Bengkel Motor Honda Jogja

Tips Jitu Memilih Minyak Rem Yang Cocok Buat Kendaraan

Tips Jitu Memilih Minyak Rem Yang Cocok Buat Kendaraan

Hello motorider sekalian setelah saya menjelaskan tentang pengetahuan tentang minyak rem pada motorider di artikel sebelumnya. Dan sekarang saya akan memberikan trik jitu untuk memilih minyak rem yang cocok untuk para motorider sekalian.

Meskipun minyak rem ini relative murah tapi para motorider jarang sekali memperhatikan karena memang untuk masa pakainya cukup terbilang lama. Jika minyak rem dirawat dengan berkala hal ini bisa memperpanjang umur komponen rem yang mahal seperti ABS atau unit traksi kontrol.

Dan para motorider juga harus mengetahui bahwa minyak rem juga di kelompokan berdasarkan kandungan dan standar DOT. Dari berdasarkan kandungannya minyak rem ini bisa di bedakan menjadi dua kelompok yakni :

  • Glycol-Based
  • Silicone-Based

Untuk Glycol-Based memiliki kandungan yang terdiri dari banyak komponen seperti :

  • Mineral Oils
  • Esters
  • Glycol Esters atau Syntheticol

Dan untuk Silicone-Based memiliki kandungannya seperti silicon, masing-masing silicon memiliki kelebihan dan kekurangan.

Serta para motorider juga harus tahu bahwa minyak rem juga diklasifikasikan berdasarkan DOT. Jika para motorider beli minyak rem pasti akan di tanya DOT berapa ?? DOT 3, DOT 4, DOT 5, dan DOT 5.1 .

  • Pembahasan DOT

Masing-masing DOT mempunyai titik didih yang berbeda. DOT 3, DOT 4 dan DOT 5.1 adalah minyak rem glycol-based. Dan untuk DOT 5 adalah silicone-based. Minyak rem dengan basis glikol ini paling banyak digunakan kerena memiliki keunggulan mampu dapat melindungi system rem, jika dibandingkan dengan silicon.

Dan para motorider harus tahu bahwa silicon juga memiliki kekurangan. Kekurangannya bersifat giroskopis yang artinya menyerap air dari lingkungan sekitarnya. Semakin banyak air terserap, titik didihnya turun, efektifnya turun.

Pada DOT 4 titik didihnya lebih tinggi yakni 230 derajat celcius dan biasanya kendaraan high performace. Karena semakin tinggi DOT semakin tinggi pula titik didihnya ( DOT 5.1 mencapai 270 C ). Mungkin para motorider akan bertanya apa ada hubungannya dengan titik didih?? karena semakin rem bekerja keras semakin tinggi suhu dibrake rotors.

Tingginya suhu ini bisa menimbulkan gelembung minyak rem. Jika ini terjadi kemampuan pengereman pun berkurang. Anda akan merasa pedal gas seperti menekan spon jika ditekan.

Dan untuk DOT 5.1 ini sangat cocok untuk system rem yang dilengkapi ABS dan kotrol traksi. Kenapa demikian !!! karena ABS bekerja saat terjadi pengereman keras, hal ini jika ternyata roda mulai menunjukkan gejala terkunci, kendaraan bisa direm dan dapat dikendalikan.

Proses seperti ini jelas membuat suhu rem meroket, begitu pula dengan traksi control yang secara otomatis mengerem roda secara individual jika menunjukkan gejala slip atau hilang traksi, ini juga meningkatkan suhu system pada rem.

  • Glycol-Based

Karena minyak rem glycol-based menyerap air, penting sekali untuk menjaga agar system rem tertutup rapat. Untuk bagaimana cara mengecek volume minyak rem, hanya cukup dengan melihat plastic bening disamping reservoir-nya tidak perlu membuak tutupnya. Tutup minyak rem hanya dibuka saat menambah volume minyak rem.

  • Silicone-Based

Untuk DOT 5 adalah silicone-based dan berbeda dengan glycol-based dia tidak dapat menyerap air. namun jika air masuk dalam sistem rem, air itu akan tenggelam ke dasar dan dapat menyebabkan karat di komponen bagian dalam. Kelebihannya bila tumpah dipermukaan cat tidak akan merusak.

Beberapa tips yang harus di perhatikan para motorider ;

  • Jangan sekali-kali mencapur minyak rem,

Meskipun DOT3, DOT4 dan DOT 5.1 dari jenis yang sama. Apabila ingin mengganti minyak rem kuras dahulu yang lama baru diganti dengan jenis yang baru. tapi jangan mengganti minyak rem dengan DOT yang lebih rendah dari rekomendasikan pabrik.

Dan para motorider jangan pernah mencampur glycol-based dengan silicone-based. Kalau mau ganti, kuras dulu yang lama.

  • Gantilah minyak rem dengan rutin sesuai rekomendasi 2 tahun sekali atau 40.000 km. agar dapat memperpanjang umur komponen rem serta dapat menjamin keselamatan pengendara.
  • Semakin besar CC sepeda motor semakin tinggi juga titik didih (semakin tinggi jenis DOT yang dibutuhkan). Dan untuk motor standar gunakan DOT yang di rekomendasikan oleh pabrik . Dan apabila motor para motorider sudah oprekan lebih di rekomendasikan minimal menggunakan DOT 4 agar lebih aman.

Demikian tips jitu untuk memilih minyak rem yang cocok untuk para motorider. Semoga bermanfaat bagu para motorider sekalian. Terima kasih atas kunjungannya.

Leave a Reply

Close Menu
×
×

Cart