Bengkel Motor Honda Jogja

Pengetahuan Tentang Minyak Rem

Pengetahuan Tentang Minyak Rem

Hallo para motorider karena berhubungan dengan motor jaman now semua sudah menggunakkan rem cakram. Dengan latar belakang seperti itu saya pun akan memberi pengetahuan pada para motorider tentang minyak rem untuk rem cakram.

Dan para motorider disaat akan mengganti minyak rem pasti kebingungan karena banyaknya merk minyak rem yang tersedia di pasaran. Selain minyak rem yang bejibun para motorider harus tahu ternyata ada juga perbedaan yang tertera di bungkus minyak rem yaitu DOT.

Apakah para motorider tau apa itu DOT ?.

Mungkin sebagian besar dari para motorider pun banyak yang tidak tahu. Jadi mari kita cari tahu bersama-sama tentang DOT.

DOT sebernarnya singkatan dari Departement Of Transport dari United States . Jika para motorider perhatikan maka spesifikasi minyak rem ditentukan oleh DOT ini dimana semakin besar angka DOT-nya maka semakin tinggi titik didih daripada minyak rem tersebut.

Jadi para motorider harus tahu spesifikasi minyak rem yang telah ditentukan lewat bilangan DOT yakni DOT 2, DOT 3, DOT 4, DOT 5, dan DOT 5.1 . Pada DOT 2 menggunakan bahan dasar castrol oil (minyak jarak).

Pada DOT 3, DOT 4, dan DOT 5.1 bahan dasarnya terdiri dari beberapa mineral oil, glycol esters dan ethers, ada juga yang menggunakan synthetic oil. Minyak rem dengan spesifikasi di atas dapat saling digunakan, yang membedakan adalah kemampuan suhu kerjanya.

DOT 3 dan DOT 4 memiliki kelemahan yaitu mudah sekali menyerap uap air atau air dari atmosphere. Dengan mudahnya menyerap uap air  atau air mengakibatkan kinerja rem kurang optimal karena diakibatkan adanya air pada oli rem yang akan menyebabkan titik didih rem menurun. Masalah lain yang akan ditimbulkan adalah adanya karat pada sistem rem.

DOT 5 diciptakan menggunakan bahan dasar silikon dikarenakan untuk mengatasi masalah adanya penyerapan air pada oli rem sebelumnya, karena sifat silikon tidak bersifat menyerap air dan titik didihnya lebih tinggi.

Namun DOT 5 juga memiliki kelemahan yaitu kemampuan pelumasnya sangat kurang di saat temperatur oli rem tinggi, dengan kata lain viskositas olinya sangant terpengaruh terhadap perubahan temperature.

DOT 5.1 hampir sama dengan DOT 3 dan DOT 4 yang menggunakan dasar yang sama, tetapi komposisi aditif untuk DOT 5.1 adalah berkisar 70-80 %. Dengan kisaran seperti itu akan membuat titik didih DOT 5.1 lebih tinggi dibanding DOT 3 dan DOT 4.

Namun titik didihnya hampir sama dengan DOT 5. memiliki sifat aliran yang lebih baik dibanding yang lain, sehingga cocok untuk sistem rem dengan ABS.

Mungkin para motorider juga akan bertanya-tanya apakah miyak rem dapat tercampur dengan air. Jawabanya adalah tentu bisa karena umumnya minyak rem terkontaminasi oleh uap air atau air. Air banyak sering kita temukan pada sistem rem dan masuknya air pada sistem rem bisa disebabkan oleh hal-hal berikut :

  • Sealing yang kurang baik pada sistem produksi,akibat sealing yang kurang baik mengakibatkan air mudah masuk kedalam sistem rem
  • Kontaminasi dengan udara, dengan iklim Indonesia yang tropis membuat peluang oli menyerap uap air lebih besar.
  • Kondensasi atau pengembunan, adanya ruang kosong yang diisi oleh udara akan membuat terjadinya uap air dan ini biasanya karena saat penggantian minyak rem tidak dilakukan proses bleeding pada sistem rem.
  • Penggunaan minyak rem yang terlalu lama.

Dan para motorider juga harus tahu bahwa minyak rem yang tidak diganti secara berkala akan menyebabkan kandungan air pada sistem akan semakin banyak, lebih-lebih karena tempat atau wadah atau juga saluran minyak rem yang ada di sistem rem berhubungan langsung dengan udara.

Mungkin para motorider pun akan banyak bertanya-tanya seperti :

  • Minyak rem manakah yang cocok dengan sepeda motor kita?

Selama minyak rem yang dipakai masih rekomendasi pabrikan adalah langkah yang paling aman. Rata-rata sepeda motor harian menggunakan minyak rem dengan spesifikasi DOT 3.

  • Gimana kalau naik DOT yang lebih tinggi apakah tambah pakem?

Tidak juga karena pemaikaian DOT yang lebih tinggi dimaksud agar minyak rem tidak mudah mendidih saat hard breaking atau proses jalan menurun yang pengereman harus terus menerus.

  • Bagaimana kalau turun DOTapakah aman?

Sama sekali tidak aman karena ada kemungkinana jika rem digunakan terus menerus maka minyak rem akan mendidih karena gesekan antara kampas rem dan disc brake yang merambat. Jika minyak rem mendidih maka akan menimbulkan uap air sehingga bisa membuat rem menjadi blong. Jadi akan sangat berbahaya bagi para motorider.

Jadi Semakin besar power motor dan bobot motor para motorider maka disarankan untuk menggunakan minimal DOT 4 bahkan DOT 5. Jadi misalnya Ninja 250 atau moge sudah harus menggunakan minyak rem minimal DOT 4. Dan di sarankan pula bagi motor para motorider yang sudah oprekan lebih baiknya menggunakkan DOT 4 juga agar lebih aman.

Demikian pengetahuan tentang minyak rem yang dapat saya berikan kepada para motorider sekalian. Dan jangan lupa juga para motorider untuk membaca artikel selanjutnya tentang “ Tips Jitu Memilih Minyak Rem”. Terima kasih atas kunjungannya

Leave a Reply

Close Menu
×
×

Cart