Bengkel Motor Honda Jogja

Info Lengkap Tentang Radiator Coolant

Info Lengkap Tentang Radiator Coolant

Halo motorider sekalian kali ini sya akan memberi pengetahuan tentang Radiotor nich motorider. Pasti dari sekian banyak motorider kendaraan sepeda motornya ada yang menggunakan radiator dan tidak menggunakan radiator ya kan?. lebih baikknya semua tahu akan wawasan tentang radiator karna kita gak tahu bila nanti motorider sekalian motornya sudah berradiator semua.

Jadi, mari kita simak bersama motorider sekalian agar kalian semua paham dan mengetahui fungsi dan cairan pendingin yang baik di gunakan untuk motor dari motorider sekalian yang menggunakan radiator. Yuks kita simak !!!

Motor yang sudah dilengkapi radiator, tentunya fungsi cairan pendingin amat vital. Soalnya jika sampai habis, tentunya bakal berefek fatal. Karena itu bro, lanjut deh baca nih info lengkap soal radiator coolant.

Saat ini beredar mitos bahwa penggunaan air radiator untuk mobil lebih baik jika dipergunakan untuk motor karena memiliki kinerja untuk mendinginkan mesin yang lebih baik. Benarkah demikian?

Untuk membuktikannya mari kita simak sampai selesai artikel ini ya motorider seklian. Dan pada dasarnya, penggunaan air radiator mobil untuk motor itu sama-sama saja. Dalam artian, tidak terlalu banyak mempengaruhi kinerja radiator itu sendiri. Karena, kandungannya sama saja. Yang mempengaruhi kinerja radiator itu adalah urusan perawatannya saja motorider.

Pasti motorider bertanya-tanya, apakah tahu penggunaan air radiator mobil untuk motor memiliki efek negatifnya?  Tidak ada efek negatif, karena sama-sama berfungsi dengan baik, asalkan radiatornya sendiri berada dalam kondisi baik dan terawat.

  • TATA CARA PENGGUNAAN COOLANT

Info lengkap tentang radiator coolant semakin baik. Karena, penggunaan cairan coolant pun memiliki tata caranya sendiri. Jika memiliki motor yang memiliki sistem radiator maka cukup pergunakan salah satu jenis saja antara air biasa apa radiator coolant. Jangan sekali-sekali diganti-ganti.

Radiator coolant itu ada baiknya digunakan untuk motor-motor baru. Jadi kalau baru beli motor langsung diisi radiator coolant saja. Tapi jika punya motor lama dan sudah seringnya pakai air biasa jangan sekali-sekali diganti dengan coolant.

Karena, “Air radiator biasa itu sering bikin jalur di radiator berkarat. Sementara coolant memiliki senyawa anti karat yang bisa merontokkan karat itu, tapi justru bikin lubang di jalur air dan jalur oli yang bisa tercampur. Ini bisa bikin rusak dan makan biaya tambahan.

  • Komparasi Radiator Coolant, Seberapa Ampuh Meredam Panas Mesin?

Lewat suhu terjaga, maka performa mesin bisa stabil. Jika overheat tentunya jadi lemas. Kualitas radiator coolant atau cairan pendingin sangat mempengaruhi tingkat pendinginan mesin.

Banyak ditemukan produk yang mengklaim mampu menurunkan suhu secara signifikan, klaim ini tentu sangat pas bagi motorider yang sering ketemu jalan macet apalagi yang menggunakan motor berperforma tinggi, yang punya panas cenderung tinggi.

Dengan suhu terjaga, maka performa mesin bisa stabil. Jika overheat tentunya jadi lemas. Guna mengetahui efek penggunaan coolant aftermarket ini, OTOMOTIF mengambil 3 merek yang banyak dipakai konsumen dan dites, yaitu Prestone, Engine Ice dan Pertamina Coolant.

  • Pantau suhu dan putaran mesin pakai CubeG dari aRacer

Metode yang digunakan sederhana dan tidak mewakili performa coolant di semua kondisi atau daya tahan penggunaan jangka panjang. Motorider hanya mensimulasikan kondisi saat motor berjalan di putaran mesin konstan 7.500 rpm. Caranya, tiap merek coolant diisikan ke motor dengan sebelumnya dikuras sampai habis.

Untuk mengetahui suhu mesin, digunakan engine monitoring system aRacer CubeG yang salah satu fungsinya menampilkan temperatur suhu dari ECU.

Semua merek diperlakukan sama, motor digeber stabil 7.500 rpm pada gigi 3 selama 3 menit di atas dynamometer milik Ultraspeed Racing, tanpa bantuan kipas eksternal yang artinya mesin akan lebih cepat panas ketimbang berjalan normal dengan hembusan angin.

Pengukuran waktu dimulai saat suhu awal sudah mencapai 80° C dan kemudian pada menit ke-3 dicatat suhu tertinggi yang tertera. Saat masih pakai coolant standar Yamaha, tertera suhu 111° C.

Dan ada beberapa jenis coolant yang harus motorider tahu. Berikut Jenis Coolant yang wajib motorider tahu :

  • Pertamina Coolant

Dijual cukup terjangkau kemasan 4 liter hanya Rp 85 ribu. Kelebihan yang ditawarkan dari cairan berwarna hijau ini punya klaim titik didih mencapai 165° C, sehingga tak mudah menguap. Mengandung Ethylene Glycol, formula aditif antikarat dan antifoam.

Ketika dimasukkan ke NVA dan digeber sesuai metode selama 3 menit, didapat temperatur 111° C atau sama dengan bawaan motor. Bagusnya, ketika selesai dan putaran mesin turun, suhu mesin juga cepat turun ke angka normal sekitar 89° C.

  • Engine Ice

Produk asal Amerika yang dikemas dengan botol bening dan cairannya berwarna biru. Dikemas dalam botol 1,89 liter dan dijual mencapai Rp 350 ribu. Kebanyakan yang pakai pengguna moge atau motor berperforma tinggi. Punya klaim titik didih 256° F atau 124° C.

Setelah digeber selama 3 menit, ternyata suhu yang ditampilkan mengejutkan, hanya 96° C! Penurunan yang terjadi terbilang cukup banyak, mencapai 15° C. Dan ketika putaran mesin turun, suhunya juga drop sangat cepat.

  • Prestone

Enaknya produk yang dikemas dengan botol kuning ini, ada yang dijual dengan kemasan 1 liter hanya Rp 30.500, jadi enggak terlalu mahal untuk motor. Diklaim mempunyai titik didih 126° C dengan formulasi antikarat. Cairan berwarna hijau ini saat digunakan suhu yang terbaca ternyata turun cukup banyak, setelah 3 menit digeber 7.500 rpm tertera hanya 101° C, tapi penurunan setelah itu terbilang lambat.

Hasil test :

Merk Titik Didih
Standar 111° C
Pertamina 111° C
Prestone 106° C
Engine Ice 96° C

Dari hasil tersebut dan harga yang tertera motorider bisa memilih sesuka hati motorider dan menurut budget yang akan di keluarkan oleh motorider sendiri.

Demikian pengetahuan yang dapat saya sampaikan untuk motorider sekalian. Semoga bermanfaat bagi motorider sekalian. Dan tetaplah safety riding dan patuhi rambu-rambu lalu lintas untuk tetap menjaga keselamatan motorider sekalian. Terima Kasih

Leave a Reply

Close Menu
×
×

Cart